Sabtu, 27 Oktober 2007


LETTO Mengecewakan Pers & Komunitasnya


MOJOKERTO - Dalam gelar konsernya di GOR A.Yani kota Mojokerto, Jumat (26/10) lalu, group band aliran pop religi Letto, telah mengecewakan para fans dan wartawan media elektronik maupun cetak. Pasalnya, baik dari pihak managemen maupun EO yang mengundang Letto ke Mojokerto, tak menginjinkan ratusan fans dan wartawan untuk menemuinya dalam jumpa fans. Banyak fans dari band yang baru naik daun ini kecewa, khususnya para wartawan media cetak maupun elektronik yang sudah sejak siang menunggu kedatangan mereka.

Secara otomatis, sikap dari pihak Letto ini, sempat membuat wartawan naik pitam dan mengancam akan memblack list semua info tentang band Tolle (kebalikan dari Letto,red) ini. Menurut keterangan salah satu reporter radio di Mojokerto, tidak seharusnya pihak managemen Letto bersikap Arogan seperti itu. Pasalnya, group band atau artis manapun, tanpa PERS dan Fans, mereka bukan apa-apa. Dan sikap ini, akan menjadi bomerang bagi Letto sendiri.

Sementara itu, manager Letto, Aldi Shady Akuratno saat dikonfirmasi masalah ini, mengatakan bahwa tudingan itu tidak benar. Pihak managemen Letto, khususnya personil Letto, selalu terbuka dengan wartawan, khususnya para fans Letto yang tergabung dalam Letto Community. Mengenai wartawan yang tidak bisa menemui atau wawancara saat konser di Mojokerto kemarin, itu karena tidak ada pemberitahuan dari pihak panitia atau Event Organizer yang bersangkutan. "Siapa bilang kami tertutup dengan wartawan. Tadi siang kami juga sempat wawancara via HP dengan wartawan dari Pasuruan," kata Aldi, saat di temui di belakang panggung.

Sangat disayangkan lagi, Noe sang vokalis Letto saat akan ditemui wartawan dibelakang panggung, terkesan lari menghindar. Tentu saja, hal ini sangat mengecewakan semua pihak. Beberapa wartawan yang saat itu sedang adu urat saraf dengan manager Letto, Aldi, juga disaksikan beberapa aparat kepolisian dan guard, langsung menyatakan kekecewaannya. Sikap kecewa para kuli tinta ini, ditunjukkan dengan meninggalkan lokasi dengan damai. Apakah sikap seperti ini, yang akan membuat band atau figur menjadi besar..? Ataukah sebaliknya..?? Bangsa ini terus memuja kecongkakan dan kesombongan..?? Dari tanah kembali ke tanah...(gie)